Two-Spirits and The Decolonization Of Gender

Bayu Kristianto

Abstract


Masyarakat pribumi di Amerika dan di bagian dunia yang lain menolak pendapat para teoretisi poskolonial bahwa kolonialisme telah berlalu meski efeknya masih dirasakan sampai sekarang. Bagi mereka, kolonialisme masih berjaya dan tetap mencengkeram kehidupan masyarakat pribumi yang hidup di tengah masyakat asing dominan di tanah milik mereka. Usaha-usaha menuju dekolonisasi telah dilakukan dari dulu sampai sekarang, dan bentuknya semakin beragam seiring berjalannya waktu. Makalah ini bermaksud menunjukkan bahwa usaha menuju dekolonisasi telah dilaksanakan oleh masyarakat pribumi Amerika semenjak proses kolonisasi dimulai. Analisa dipusatkan pada figur Two-Spirit, We’wha yakni figur individu pribumi yang memiliki identitas gender ganda. Bahwa masyarakat penjajah hanya mengakui adanya dua identitas gender merupakan suatu bentuk penjajahan yang senantiasa mendapat perlawanan dari masyarakat pribumi. Dengan demikian, usaha untuk menonjolkan gender alternatif merupakan suatu bentuk dekolonisasi yang signifikan karena binari gender merupakan bagian integral dari ilmu pengetahuan dan filsafat barat. Figur We’wha, tokoh Two-Spirit terkenal dari suku Zuni, membawa gender alternatif ini tepat ke tengah-tengah masyarakat elit Washington D.C. yang berpegang teguh pada oposisi gender yang ketat. Dengan menonjolkan perpaduan kualitas pria dan wanita dalam satu individu, We’wha menciptakan krisis epistemologi yang tidak bisa dipahami oleh masyarakat dominan Amerika. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat pribumi Amerika telah terlibat dalam proses dekolonisasi dalam berbagai bentuk, baik fisik, psikologis,maupun kognitif.


Keywords


Poskolonialis; dekolonisasi; negara-negara yang dijajah; negara-negara penjajah; menentukan nasib Sendiri; kebijakan-kebijakan rekonsiliasi; tokoh pria-wanita Zuni; We’wha.



DOI: http://dx.doi.org/10.17510/paradigma.v1i2.9

Full Text:

PDF

References


Benedict, Ruth. Patterns of Culture. Boston: Houghton Mifflin, 1959, in Will Roscoe, The Zuni Man-Woman. Albuquerque: New Mexico U.P. 1991.

Callender, Charles and Lee M. Kochems. “The North American Berdache.” Current Anthropology 24: 4, 1983. pp. 443-470.

Forgey, Donald G. “The Institution of Berdache Among the North American Plains Indians.” The Journal of Sex Research 11: 1, 1975. pp. 1-15.

Hultkrantz, Ake. Shamanic Healing and Ritual Drama. New York: Crossroad. 1992.

Indian Truth (2(2):2-3, IC, IRAP, in Will Roscoe, The Zuni Man-Woman. Albuquerque: New Mexico U.P. 1991.

Parsons, Elsie Clews. “The Zuni La’mana.” American Anthropologist 18. 1916. pp. 521-528.

Prior, Deborah. “Decolonizing Research: A Shift Toward Reconciliation,” Nursing Inquiry 14, Brisbane: Blackwell. 2007. pp. 162-168.

Roscoe, Will. “’That is My Road’: The Life and Times of a Crow Berdache.” Montana: The Magazine of Western History 40: 1. 1990. pp. 46-55.

---. The Zuni Man-Woman. Albuquerque: New Mexico U.P. 1991.

---. “We’wha and Klah, The American Berdache as Artist and Priest.” American Indian Quarterly 12:2, 1998. pp.127-150.

Sharp, Joanne. Geographies of Postcolonialism. California: Sage. 2009.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Paradigma, Jurnal Kajian Budaya


    

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

                                      

Free counters!View My Stats