Strategi Adaptasi Komunitas Sedulur Sikep Desa Klopodhuwur Blora di Era Globalisasi

Nurmalya Ayu Dyani, Yuhastina Yuhastina Yuhastina, Nurhadi Nurhadi Nurhadi

Abstract


In the era of globalization which was characterized by the advancement of science and technology, caused changes in several aspects of life in the sedulur sikep community in Klopodhuwur village. These changes, also cause various challenges for local confidence convenience such as sedulur sikep communities. Therefore, the purpose of this study is to identify the challenges faced by sedulur sikep communities in the era of globalization and explain the adaptation strategies they do. This study uses qualitative research methods with the presentation of writing is descriptive analysis. The results of this study indicate that the challenges experienced by the Samin Blora community include: 1) the religious education system, 2) government as a change actor, 3) negative stigma from the outside community, and 4) technology development in agriculture. In order to maintain its existence, the Sedulur Sikep Community of Klopodhuwur Village has several forms of adaptation strategies, namely 1) adoption of religious elements, 2) internalization of ajaran Sedulur Sikep, 3) Formation of customary institutions, 4) interactions with outside society, and 5) technology limitations.

 

Di era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan terjadinya perubahan dalam beberapa aspek kehidupan pada komunitas sedulur sikep Desa Klopodhuwur Blora. Perubahan-perubahan tersebut, juga menyebabkan adanya berbagai tantangan bagi penghayat kepercayaan lokal seperti komunitas sedulur sikep. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh komunitas sedulur sikep di era globalisasi dan menjelaskan strategi adaptasi yang dilakukannya. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan penyajian tulisan bersifat deskriptif analisis.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tantangan yang dialami oleh masyarakat samin Blora antara lain : 1) sistem pendidikan agama, 2) pemerintah sebagai aktor perubahan, 3) stigma negatif dari masyarakat luar, dan 4) perkembangan teknologi di bidang pertanian. Agar tetap dapat mempertahankan eksistensinya, komunitas sedulur sikep Desa Klopodhuwur mempunyai beberapa bentuk strategi adaptasi yaitu 1) adopsi unsur agama, 2) internalisasi ajaran sedulur sikep, 3) pembentukan lembaga adat, 4) interaksi dengan masyarakat luar, dan 5) limitasi teknologi.


Keywords


adaptasi, kearifan lokal; globalisasi; sedulur sikep



DOI: http://dx.doi.org/10.17510/paradigma.v12i1.558

Full Text:

PDF

References


Fitri, Intan, Sukirno, and Triyono. 2016. “Perkawinan Masyarakat Adat Samin Di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Setelah Berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.” Diponegoro Law Journal 5 (1): 1–10.

Geertz, Clifford. 1973. The Interpretation of Cultures. New York: Basic Book.

———. 1976. The Religion of Java. Chicago and London: The University of Chicago Press.

Giddens, Anthony. 1990. The Consequences of Modernity. Stanford University Press.

Khamad, Dadang. 2002. Sosiologi Agama. Bandung: Rosdakarya.

Nugraha, Kharisma Eka Aditya. 2016. “Penerapan Ajaran Saminisme Pada Masyarakat Sikep Samin Klopodhuwur Dalam Mengelola Lingkungan.”

Radendra, Afriasta Mars, and Achmad Mujab Masykur. 2015. “Manifestasi Ajaran Samin Pada Kehidupan Penganutnya : Studi Kualitiatif Fenomenologi Pada Penganut Ajaran Samin Di Blora.” Jurnal Empati 4 (4): 118–23.

Shiraisi, Takashi. 1990. “Dangir’s Testimony : Saminism Reconsidered.” Cornell University Southeast Asia Program 50 (10): 95–120.

Sri, Indah, and Puji Lestari. 2017. “Masyarakat Samin Ditinjau Dari Sejarah Dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter” 13 (1).

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D). Bandung: Alfabeta.

Suprapti. 2013. “Pemertahanan Ungkapan Dalam Bahasa Jawa Yang Memuat Kearifan Lokal Sebagai Bentuk Identitas Budaya Masyarakat Samin Di Kabupaten Blora.” Jurnal Lingua IX (1): 1–7.

Widyatwati, Ken. 2017. “Pengaruh Masuknya Budaya Populer Terhadap Eksistensi Ajaran Sedulur Sikep Pada Masyarakat Samin Ken Widyatwati Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro” 12 (1): 137–46.

Winick, Charles. 1956. Dictionary Of Antropology. New York : Philosophical Library.

Yulaswati, Vivi, Chairul Rijal, Utin Kiswanti, Ester Fitrinika Herawati Wahyuningsih, Dharendra Wardhana, Dinar Dana Kharisma, Hariyadi, et al. 2013. Masyarakat Adat Di Indonesia : Menuju Perlindungan Sosial Yang Inklusif. Jakarta: Direktorat Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat.

Mbah Lasio, 65 Tahun, sesepuh (ketua adat sedulur sikep Desa Klopodhuwur, Blora).

Mbah Waini, 61 Tahun, istri ketua adat sedulur sikep Desa Klopodhuwur, Blora.

Mas Sariyono, 43 tahun, pewaris (putra kedua ketua adat sedulur sikep Desa Klopodhuwur, Blora).

Pak Nyari, 52 tahun, ketua RT Dukuh Karangpace Desa Klopodhuwur, Blora.

Ibu Nyari, 47 tahun, masyarakat Desa Klopodhuwur.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Paradigma: Jurnal Kajian Budaya


    

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

                                      

Free counters!View My Stats