Fungsi dan Kedudukan Bahasa Mandarin di Indonesia

Hermina Sutami

Abstract


Since Political Reformed in 1998, teaching of Mandarin language burst out everywhere. Many schools—from primary until senior high school, even kindergarten—teach Mandarin. Having skill in Mandarin has become one prerequisite for new employees recruitment. In order to anticipate this situation, many schoolmasters without having understanding about our National Language Political Policy thought that Mandarin should be taught. They do not know that after nearly 30 years Mandarin was prohibited, the teaching Mandarin planning is really hard to be realised. There is no Mandarin language teacher, text book for Indonesian students, curriculum and syllabus, etc. In fact, many schools try to find old people who were educated in Chinese Schools before the era of late President Suharto to teach Mandarin. The result is far from what they expect. The Department of Education and Culture tried to overcome these problems, but there are still many problems facing us. This paper tried to show the problems, and gave suggesstion to overcome.


Keywords


Mandarin language; status; function; National Language Political Policy



DOI: http://dx.doi.org/10.17510/paradigma.v2i2.28

Full Text:

PDF

References


Halim, Amran (ed.). Politik Bahasa Nasional I. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1976.

___________ (ed.). Politik Bahasa Nasional 2. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1984.

Alwi, Hasan dan Dendy Sugono. Politik Bahasa: Rumusan Seminar Politik Bahasa. Jakarta: Pusat Bahasa. 2003.

Halim, Amran. ”Fungsi Politik Bahasa Nasional” dalam Politik Bahasa Nasional 1.Jakarta: Balai Pustaka. Hlm. 13-25. 1976.

Kartono, Giri. “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia” dalam Politik Bahasa Nasional 2. Jakarta: Balai Pustaka. Hlm. 121-130. 1984.

Retmono. “Pengajaran Bahasa Asing dalam Rangka Politik Bahasa Nasional” dalam Politik Bahasa Nasional 2. Jakarta: Balai Pustaka. Hlm. 131-142. 1984.

Sutami, Hermina. ”Peningkatan Mutu Pengajaran Bahasa Asing NonInggris: Khususnya Bahasa Mandarin”. Makalah disajikan pada Kongres Bahasa Indonesia VIII, 14-17 Oktober 2003. 2003.

___________. ”Pengajaran Bahasa Mandarin yang Efektif dalam Menghadapi Era Globalisasi”. Makalah pada Seminar Bahasa Tionghoa Problema Penguasaannya dan Perannya dalam Bisnis Internasional. Diselenggarakan oleh Program Studi Cina FIB UI, 22 Juni 2006. 2006.

___________. ”Pembelajaran Bahasa Mandarin Sesudah Reformasi 1998 dalam Pendidikan Formal dan Nonformal di Jakarta, Khususnya Universitas Indonesia”. Makalah dalam Seminar Mengukur Kualitas Pembelajaran Bahasa Mandarin di Indonesia, diselenggarakan oleh Konsorsium Kursus Bahasa Mandarin Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal, Departemen Pendidikan nasional dan Harian Indonesia. 2008.

____________. “A Syllabus for Mandarin in Indonesian High Schools”. Makalah disajikan dalam The First Annual International Symposium of Foreign Language Learning yang diselenggarakan oleh Seameo Regional Centre for Qitep Language, Jakarta 20 Oktober 2010. 2010.

Sutami, Hermina. ”Rencana Strategis Pengajaran Bahasa Mandarin di Indonesia”. Usulan diajukan kepada Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 2011.

Suryadinata, Leo. Dilema Minoritas Tionghoa. Jakarta: Grafiti. Press. 1984.

Tjahjadi, Lilysagita. “Pengajaran Bahasa Cina di Indonesia” makalah Seminar Internasional Pengajaran Bahasa dan Dinamika Budaya Asia di Asia. Diselenggarakan di Jakarta oleh FIB UI dan Hankuk University of Foreign Studies, 12 Januari 2006. 2006.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Paradigma, Jurnal Kajian Budaya


    

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

                                      

Free counters!View My Stats