Kebijakan Penerbangan Perintis di Indonesia: Latar Belakang, Tantangan dan Kontribusi

Yuda Benharry Tangkilisan

Abstract


It is a study of the Indonesian airline policy and the need of developing market for air traffic. Theresearch is taken through the written policies of the heads of state and the ministers of communicationfrom 1950 to the reformation era, and the interinsular flight schedules that were developed throughoutthe time. The primary objective of an understanding of an archipelagic conception of air communicationhas become the major concern of the independent republic of Indonesia since its independence in1945.It was to maintain a strategic consideration for national purpose. The result of which, the effort ofthe transfer of the colonial airline system, the KLM, to the Indonesian national airline, the GIA, wassuccessfully achieved. As the national air traffic was subsidized by thegovernment, the commercial linewas partly subsidized for a national security reason to control the air traffic. Therefore, the Indonesianair transportation is to bridge the need for integrating the archipelago for effort of ethnic integration
and for a national unity in a wide-spread region, despite the need for profit. However, some commercialendeavors have been initiated in the post-Soeharto era, which resulted a breakdown ofcertain airlinecompanies. Facing the globalization, the policy would accommodate the air traffic businesses to developtheir facilities for fulfilling the demand of regional welfare, but yet to increasing the supervision of thenational policy on archipelagic stability.


Keywords


National sovereignty over the air transportation; national; commercial; and interinsular lines



DOI: http://dx.doi.org/10.17510/paradigma.v1i2.14

Full Text:

PDF

References


A. Sumber Primer

Lembaran Negara Republik Indonesia no. 35 1965. Pendirian Perusahaan Negara Perhubungan Udara Daerah dan Penerbangan Serba Guna Merpati Nusantara.

Lembaran Negara Republik Indonesia no. 36 1965. Pendirian Perusahaan Negara Angkasa Pura Kemajoran.

Lembaran Negara Republik Indonesia no. 91, 1971 .Perusahaan Negara (PN) Perhubungan Udara Daerah dan Penerbangan Serba Guna Merpati Nusantara Perusahaan Perseroan Pengalihan Bentuk.

Redaksi (1975). Mengikuti Penerbangan Perintis ke Sumatera. Angkasa, 3, XXV.

Rencana Kerja Departemen Perhubungan Tahun 2009. Jakarta: Sekretariat Jenderal Departemen Perhubungan, 2008.

Rencana Kerja (Renja) Departemen Perhubungan Tahun 2010. Jakarta: Departemen Perhubungan.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Departemen Perhubungan 2005--2025. Jakarta: Litbang Departemen Perhubungan, 2005.

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 15 tahun 1992 Tentang Penerbangan.

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

B . Sumber Sekunder

Dirgantara. Masalah Pengangkutan di Indonesia Perlu Didirikan Beberapa Buah Lagi Perusahaan Angkutan Udara/ Penerbangan. Angkasa, XVII, Agustus. 1967.

Hakim, Chappy. Berdaulat di Udara Membangun Citra Penerbangan Nasional. Jakarta:

Kompas. 2010.

Hutabarat, Arifin. Menggali Potensi Nasional Menurut M. Soeparno. Jakarta: Purel Mondial. 1991.

H.T. Perkembangan Penerbangan Sipil di Indonesia. Angkasa, Juli, XIII. 1962.

Karundeng, Max. Profil Penerbang Perintis Dulu Pegang MIG, Kini Twin Otter. Sinar Harapan, 13 Oktober. 1975.

Kristanto, Tri Agung. Daerah Tertinggal Perbatasan, Jangan Dilupakan Kompas, 26 Oktober. 2010.

Martono, K & Usman Melayu. Perjanjian Angkutan Udara Indonesia. Tt: Mandar Maju. 1996.

Masrifah, Siti. Pengkajian Kebutuhan Pesawat Udara Perintis dalam Melayani Penerbangan. Warta Penelitian Perhubungan. Vol. 20, no. 9. 2008.

Merpati Nusantara Airlines Terbang Semakin Tinggi. Angkasa, no. 2/ VIII-XXXVII. 1987.

Nurjadin, Roesmin. Sambutan Menteri/ Panglima Angkatan Udara RI pada Hari Penerbangan Nasional Tanggal 9 April. Angkasa, XVII. 1967.

Sastrosoenarto, Hartarto. Industrialisasi Serta Pembangunan Sektor Pertanian dan Jasa Menuju Visi Indonesia 2030. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2006.

___________________. Kearifan Budaya dalam Menanggulangi Bencana Alam Depok: Makalah Seminar Forum Budaya Dies Natalis ke-69 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 7 Desember. 2009.

S.D. Joesman.Mengejar Road Map to Zero Accident. Angkasa, 9, Juni, XVII. 2007.

Simanjuntak, P.N.H. Kabinet-kabinet Republik Indonesia dari Awal Kemerdekaan sampai

Reformasi. Jakarta: Djambatan. 2003.

Soal Hubungan antara Penerbangan Sipil dan Manusia Pemetjahannja terdapat pada Garuda Indonesia Airways. Angkasa, Mei, XII.I. 1962.

Soeharto. Amanat Pedjabat Presiden RI Djenderal Soeharto pada Upatjara Memperingati Hari Penerbangan Nasional Tanggal 9 April 1967. Angkasa, XVII, April. 1967.

Soejatman, Cartono. Kilas Balik Penerbangan Indonesia. Angkasa, 3, XIV, Desember. 2003.

Syaifullah M, C. Wahyu Haryo PS. Penerbangan Perintis Gantungan Hidup Masyarakat Pedalaman. Kompas. Jumat 6 Maret. 2009.

Tim Penyusun. Sejarah Departemen Perhubungan: Dinamika Transportasi di Indonesia dari Masa ke Masa. Laporan Penelitian (tidak diterbitkan). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Perhubungan RI. 2009.

C. Sumber Sekunder Yang Tidak Diterbitkan

Ardani, Dani. Pembaruan Kebijakan Pola Jaringan Rute Penerbangan Di Wilayah Indonesia Bagian Timur. Depok: Tesis Magister Prencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2002.

Kadarmanto, Ibnu. Kontribusi Penerbangan Perintis Terhadap Pemerataan Pembangunan di Daerah Perbatasan Darat Kalimantan Timur Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional. Jakarta: Tesis Program Pascasarjana Pengkajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia. 1994.

Munawar, Ahmad. Pengembangan Transportasi Yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada. 2007.

Sutarno. Sistem Penerbangan Nasional dalam Perspektif Ketahanan Nasional Studi Kasus Penerbangan Angkutan Udara. Jakarta: Tesis Magister Program Pascasarjana Pengkajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia. 2001.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Paradigma, Jurnal Kajian Budaya


    

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

                                      

Free counters!View My Stats