Journal History

Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, terbit pertama kali pada 2010, dua kali pada Desember dan Juli sehingga waktu terbit tidak pada tahun yang sama. Paradigma, Jurnal Kajian Budaya berhasil terbit hingga volume 5.

Pada 2016, susunan redaksi Paradigma: Jurnal Kajian Budaya berubah. Demikian pula kebijakan penerbitan dan panduan penulisan. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya tetap terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember dalam tahun yang sama. Panduan penulisan dibuat lebih terperinci sehingga penulis diharapkan lebih mudah mengikutinya.

Perwajahan sampul pun mengalami perubahan tetapi tetap mempertahankan penciri lama, yaitu menggunakan wastra Indonesia. Bingkai kuning di sampul depan dibuang. Selain sampul, tata letak artikel pun diubah. Di halaman awal artikel sesirah diberi penanda nama jurnal, volume, nomor, dan halaman artikel.

Kebijakan dalam proses penerbitan artikel pun diterapkan. Artikel yang masuk ke Paradigma: Jurnal Kajian Budaya akan diperiksa terlebih dahulu dengan alat pendeteksi plagiarisme. Saat ini, Paradigma: Jurnal Kajian Budaya menggunakan layanan iThenticate. Selain itu, Paradigma: Jurnal Kajian Budaya menerapkan kebijakan anonim ganda dalam proses reviewnya.

Kebijakan lain yang diterapkan adalah Paradigma: Jurnal Kajian Budaya  terbit secara daring dan berakses terbuka selain tercetak. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya pun melengkapi artikel yang diterbitkan dengan DOI.

Pada 2016–2017, Paradigma: Jurnal Kajian Budaya telah terbit secara teratur. Dua volume terakhir adalah volume 6 dan 7. Jumlah penulis pun meningkat baik dari segi artikel maupun dari segi afiliasi sehingga Paradigma: Jurnal Kajian Budaya semakin beragam.

Pada 2018, Paradigma: Jurnal Kajian Budaya berupaya memperbaiki petunjuk penulisan dan mempermudah penulis untuk mengikuti tata cara penulisan dengan menempelkan format word yang dapat diunduh dan diikuti oleh penulis. 

Mulai tahun 2019, Paradigma: Jurnal Kajian Budaya terbit setahun tiga kali (April, Agustus, dan Desember).